
WARTAPOST.CO.ID, Lampung Tengah — Masa reses Anggota DPRD Provinsi Lampung dimanfaatkan Muhamad Ghofur untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Kampung Sidomulyo, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah, Jumat (21/08/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat Sidomulyo yang sebelumnya disampaikan kepada Ghofur mulai mendapatkan realisasi. Di antaranya bantuan pemasangan listrik gratis untuk 11 rumah pada usulan 2025, program bedah rumah sebanyak 10 unit, serta pembangunan jalan lingkungan sepanjang 150 meter.
Ghofur mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan lingkungan menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui Komisi IV DPRD Provinsi Lampung yang membidangi pembangunan dan infrastruktur.
“Hari ini saya sengaja meminta kepada Mas Lukman (koordinator lapangan) untuk menggelar acara di sini. Kebetulan saya berada di Komisi IV DPRD Provinsi Lampung yang membidangi infrastruktur,” kata Ghofur di hadapan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan lingkungan di Dusun IV Kampung Sidomulyo menjadi salah satu bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
“Di tengah keterbatasan anggaran, jalan ini bisa diperbaiki. Ini merupakan salah satu aspirasi yang ada di Komisi IV, yaitu aspirasi jalan lingkungan,” tegasnya.
Ghofur menambahkan, masyarakat sebelumnya cukup lama menantikan perbaikan jalan tersebut. Bahkan, pembangunan jalan lingkungan itu telah menjadi persoalan yang harus dihadapi pemerintah kampung dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dulu kepala kampung sangat pusing. Dan hari ini pembangunan jalan Sidomulyo selesai. Paling lama September selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua DPD PKS Kabupaten Lampung Tengah tersebut berharap pembangunan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga dan aktivitas perekonomian sehari-hari.
Suasana reses pun berlangsung penuh keakraban. Ghofur bahkan menyampaikan pantun yang menggambarkan kegembiraan masyarakat atas pembangunan jalan yang tengah dilakukan.
“Makan bubur, bubur kacang ijo,
Beli di Kalirejo naiknya kapal,
Hari reses di Sidomulyo,
Bareng-bareng di atas jalan yang baru diaspal.”
Sementara itu, Kepala Kampung Sidomulyo, Supriyono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan perjuangan Muhammad Ghofur dalam mengawal pembangunan di wilayahnya.
Ia mengatakan, Ghofur merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat. Selain berasal dari Kalirejo, istri Ghofur juga merupakan warga Sidomulyo.
“Beliau adalah Bapak Ghofur, asli Kalirejo dan istrinya orang Sidomulyo. Sejumlah pembangunan yang terjadi di Sidomulyo merupakan hasil dari kerja Mas Ghofur,” kata Supriyono.
Menurutnya, salah satu pembangunan yang paling dirasakan masyarakat adalah perbaikan jalan lingkungan yang saat ini mereka lalui.
Supriyono menjelaskan, jalan tersebut telah diajukan melalui pemerintah kabupaten sejak 2020. Namun, hingga beberapa tahun belum kunjung terealisasi. Perjuangan untuk mewujudkan pembangunan jalan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada 2026.
“Jalan ini dari 2020 melalui kabupaten tidak kunjung dibangun. Sudah diajukan untuk dibangun, dan akhirnya di 2026 dibangun melalui perjuangan Mas Ghofur,” ujarnya.
Jalan lingkungan tersebut memiliki lebar sekitar tiga meter dengan panjang 150 meter. Supriyono berharap pembangunan dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga tersambung menuju masjid.
“Alhamdulillah, pembangunan jalan ini dengan lebar tiga meter, panjang 150 meter. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilanjutkan supaya bagus sampai tembus ke masjid. Bagaimanapun, ini orang kita sendiri,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, masyarakat Sidomulyo juga mendapatkan program bedah rumah sebanyak 10 unit bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni.
Supriyono menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat kurang mampu karena tidak hanya menyentuh aspek tempat tinggal, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan warga.
“Kemudian kita juga mendapat bedah rumah sebanyak 10 rumah yang tidak layak huni. Mudah-mudahan dapat meringankan masyarakat yang kurang mampu,” katanya.
Ia menegaskan, berbagai program yang terealisasi di Kampung Sidomulyo tidak terlepas dari komunikasi dan perjuangan Ghofur dalam membawa aspirasi masyarakat ke tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, tentu ini berkat usaha dan perjuangan dari Mas Ghofur untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat. Tapi pesan saya, tetap masyarakat untuk terus bergotong royong,” ujarnya.
Selain infrastruktur dan perumahan, perhatian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat juga mendapat dukungan. Sejumlah mushala di wilayah tersebut disebut mendapatkan bantuan untuk kegiatan ziarah ke Makam Pahlawan yang ada di Provinsi Lampung, termasuk Makam Pahlawan Raden Intan di Kalianda, Lampung Selatan.
Sementara, perwakilan warga Mengaku bagi masyarakat Sidomulyo, realisasi sejumlah aspirasi yang sudah nyata. Menjadi bukti penting bahwa kegiatan reses tidak berhenti pada pertemuan dan penyampaian keluhan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa hadir bersama-sama di pembangunan jalan lingkungan yang sudah selesai. Ini sangat kami harapkan sejak dulu pak,” ujarnya.
Mewakili masyarakat, dirinya mengatakan apresiasi dan berterimakasih yang telah mewujudkan aspirasi yang disampaikan warga dapat dikawal dan diperjuangkan menjadi program pembangunan yang manfaatnya dirasakan secara langsung.
“Terimakasih pak Muhamad Ghofur. Mudah-mudahan, diberi rahmat dan ridho, oleh allah SWT. Mudah-mudahan, kedepan pembangunan jalan lingkungan, dapat diteruskan lagi,” tegasnya.

